Rabu, 16 September 2015

Photograph - Ed Sheraan



Photograph     
Ed Sheraan

Loving can hurt, loving can hurt sometimesBut it's the only thing that I knowWhen it gets hard, you know it can get hard sometimesIt's the only thing that makes us feel alive
We keep this love in a photographWe made these memories for ourselvesWhere our eyes are never closingOur hearts were never brokenAnd time's forever frozen, still
So you can keep meInside the pocket of your ripped jeansHolding me close until our eyes meetYou won't ever be alone, wait for me to come home
Loving can heal, loving can mend your soulAnd it's the only thing that I knowI swear it will get easier, remember that we're never repeating yaAnd it's the only thing to take with us when we die
We keep this love in a photographWe made these memories for ourselvesWhere our eyes are never closingOur hearts were never brokenAnd time's forever frozen, still
So you can keep meInside the pocket of your ripped jeansHolding me close until our eyes meetYou won't ever be aloneAnd if you hurt meThat's okay baby, there'll be worse thingsInside these pages you just hold meAnd I won’t ever let you goWait for me to come homeWait for me to come homeWait for me to come homeWait for me to come home
You can keep meInside the necklace you bought when you were sixteenNext to your heartbeat where I should beKeep it deep within your soulAnd if you hurt meThat's okay baby, there'll be worse thingsInside these pages you just hold meAnd I won’t ever let you go
When I'm going, I will remember how you kissed meUnder the lamppost back on Sixth streetHearing you whisper through the phoneWait for me to come home
Menyimpan Waktu


Terpenjara dalam lingkar zona nyaman..
Terjerat kuat tali kemalasan..
Terkalahkan oleh ego tanpa nalar.
Terbunuh jalannya waktu yang kejam..
Tercambuk pahitnya harapan tanpa kenyataan..

Menyalahkan keadaan dan lingkungan..
Menerka-nerka yang tak pernah ada..
Mencari pelampiasan atas ketidakadilan yang dirasa.
Mengucap beribu angan tanpa pembuktian..
Meringkuk pasrah tak berani melangkah..

Terjebak pada rutinitas yang selalu sama..
Tak berani melampaui batas kemampuan..
Terkatung-katung semua impian yang digantungkan..
Takut bilang tidak pada rasa nyaman yang menghampiri
Tak punya tujuan dan arah hidup yang pasti..

Setelah waktu tak dapat kembali diputar..
Sesal yang hanya akan datang menghampiri..
Sampaikan pada tekad yang sekuat baja..
Sekarang masih sanggupkah untuk bangkit ?
Sanggupkah mengejar waktu yang tertinggal ?

                                                                                                          -AW-

Minggu, 13 September 2015

Puisi II (Suara Hati)

Suara Hati


Sayatan luka menoreh kalbu
Mengirim air mata yang kini menetes
Dalam kekecewaan hati menjerit
Hembusan angin bawalah luka ini menjauh
Bersama kenangan pahitnya
Tak inginkan hidup dalam bayangan semu
Hanya gambaran hitam putih yang tampak
Tak lagi menyisakan warna
Awan biru berubah menjadi kelam
Dedaunan kering berguguran
Sang waktu.....
Perlahan bantu aku melupakan semua
Sentuh hati ku  dengan kedamaian..........



By: Ajeng Windi


Rabu, 04 Maret 2015

Rumah Sakit yang ada di Solo

Berikut adalah beberapa rumah sakit yang ada di Kota Solo :

RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Alamat: Jalan Ronggowarsito No. 130 Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-714578

RS DKT Rem 741 Surakarta. Alamat: Jalan Brigjen. Slamet Riyadi No. 321 Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-726700, 0271-726200, 0271-719606

RS Jiwa Surakarta. Alamat: Jalan Ki Hajar Dewantara No. 80, Kenthingan, Jebres Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-641442, 0271-7997777, 0271-668851

RS Mojosongo 1. Alamat: Jalan Malabar Utara No. 3, Mojosongo Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-853359

RSUD Banjarsari. Alamat: Jalan Lumban Tobing No. 10 Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-632024

RS Dr. Oen. Alamat: Jalan Brigjen. Katamso No. 55 Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-643139, 0271-663663, 0271-290663, 0271-663663

RS Lanuma Adi Sumarmo. Alamat: Jalan Lanuma Adi Sumarmo Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-780240

RS Islam Kustati. Alamat: Jalan Kapten Mulyadi No. 249 Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-643013

RSUD Dr. Moewardi. Alamat: Jalan Kolonel Sutarto No. 132, Jebres Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-634634, 0271-642642

RSK THT Dr. Suharso J. D.. Alamat: Jalan Kapten Mulayadi No. 174 Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon:



RS Panti Waluyo. Alamat: Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 1-2, Kerten Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-712077



RS Islam YARSIS. Alamat: Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-710571

RS Mojosongo 2. Alamat: Jalan Nusa Indah 2, Perumnas Palur Ngringo, Karanganyar Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-822152

RS Brayat Minulya. Alamat: Jalan Dr. Setiabudi No. 106, Gondang, Gilingan Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-716646, 0271-710571

RS Triharsi. Alamat: Jalan Monginsidi No. 82, Gilingan, Banjarsari Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-646061, 0271-656903

RS Kasih Ibu. Alamat: Jalan Brigjen. Slamet Riyadi No. 404, Purwosari, Laweyan Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-714422

Solo Eye Center. Alamat: Jalan Dr. Rajiman No. 422, Penumping, Laweyan Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-721756

RS PMD Indosehat. Alamat: Jalan Raya Solo Sragen KM. 11, Kebak Kramat, Karanganyar Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-647625



RSK Bedah Karima Utama. Alamat: Jalan Amarta No. 6-8, Ngabeyan, Kartasura Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-783399

RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso. Alamat: Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-714458

RS Jiwa dan Syaraf Puri Waluyo. Alamat: Jalan Laksda. Adi Sucipto No. 167, Karangasem, Laweyan Surakarta, Jawa Tengah. No Telpon: 0271-710683, 0271-7651886, 0271-7651887, 0271-7652117, 0271-7652118

RS Kasih Ibu
Jl. Brig.Jen. Slamet Riyadi 402
Telp. 714422

RS Tri Harsi
JL. Monginsidi No. 82 Ska
Telp. 656903, 646061

RS Panti Waluyo
Jl. Jen. Ahmad Yani No. 1-2 Surakarta
Telp. 712077

RS Panti Kosala/dr. Oen
Jl. Brig.Jen. Katamso 55 Ska
Telp. 643139

RS Islam Kustati
Jl. Kapten Mulyadi No. 249
Telp. 643013

RS PKU Muhammadiyah
Jl. Ronggo Warsito 130
Telp. 714578

RS TK.IV Slamet Riyadi
Jl. Brig.Jen. Slamet Riyadi 321 Ska.
Telp. 726700, 719606

RSJD Surakarta
Jl. K.H. Dewantoro 80 Jebres Ska.
Telp. 641442

RS Daerah Banjarsari
Jl. Lumban Tobing 10 Ska
Telp. 632024      
RS Yan Med Dasar Mojosongo
Jl. Malabar Utara III Mojosongo
Telp. 853359

RS ISLAM Surakarta
Jl. Jend A Yani, Pabelan
Telp. 710571, 723309,

RSK Jiwa Syaraf Puri Waluyo
Jl. Slamet Riyadi No. 301-303
Telp. 710683

RSJD
Jl. KH Dewantoro 80 Jebres
Telp. 641442, 648920         

Penurunan Memori

Tahukah Anda, Jika kebanyakan orang tidak khawatir dengan kondisi penurunan memori yang mungkin terjadi beberapa tahun ke depan?
 Menurut penelitian di University of Virginia, gangguan memori bisa muncul sejak usia 20-an. Setelah mengevaluasi lebih dari 2.000 pria dan wanita berusia antara 18-60 tahun selama tujuh tahun, para peneliti menemukan bahwa pada usia 27, kecepatan otak dalam memecahkan teka-teki, dan penalaran mulai menurun.
Namun Anda tidak perlu panik. Otak masih memiliki kemampuan untuk menyimpan memori. Hanya saja pemanggilan memori tersebut sedikit tersendat. Ini menunjukkan bahwa otak harus dijaga kesehatannya agar tetap fokus dan berfungsi optimal.
Berikut 6 langkah sehat yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak agar tetap berfungsi optimal.
Tetap Aktif
Kebugaran fisik dapat meningkatkan ukuran hippocampus (bagian otak yang terhubung dengan ingatan jangka panjang). Lakukan jenis latihan apa pun agar darah Anda mengalir dengan baik. Jogging dan renang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan fungsi otak Anda.
Lengkapi dengan Omega-3
Gary Small dari iBrain menyebutkan, “Apa yang baik bagi jantung Anda, tentu akan baik untuk otak Anda”. Dia menyarankan agar Anda mengisi diet dengan makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan berwarna cerah dan sayuran, ditambah asam lemak Omega-3 dari ikan dan minyak zaitun.
Pikirkan dan Visualisasikan
Berlatih dengan isyarat. Jika Anda perlu mengingat beberapa hal baik benda maupun angka cobalah untuk membuat catatan sebagai hafalan untuk memori dalam otak Anda. Catatlah hal-hal detail yang sekiranya sulit untuk Anda ingat.
Jangan Andalkan Gadget
Hampir seluruh penduduk dunia mengandalkan teknologi seperti smartphone, komputer tablet, PC dan lainnya untuk membantu mengingat hari-hari penting . Tetapi jangan lupa untuk sesekali mengingat hal-hal detail yang terkait langsung dengan diri Anda dan keluarga dengan otak Anda. Penggunaan teknologi berlebihan dapat mengakibatkan ketergantungan dan membuat otak menjadi malas berpikir.
Bermain dan Bersantai
Bermain video game tidak akan membuat fungsi otak Anda terganggu, permainan yang penuh teka-teki dapat membantu untuk memperkuat dan melatih otak Anda serta meningkatkan konsentrasi. Anda juga membutuhkan waktu bersantai dan memanjakan diri untuk mengurangi stres sekaligus meningkatkan kemampuan otak Anda.
Tidur Cukup
Tidur dapat membantu mengaktifkan kembali seluruh sel-sel otak, sehingga otak dapat menyerap dan mempelajari sesuatu lebih dalam dan lebih banyak. Peningkatan kemampuan ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang, demikian yang disampaikan Dr Paul Shaw dariWashington University School of Medicine. (dan)


Minggu, 04 Januari 2015

Cerpen Akhir Penantian




AKHIR PENANTIAN













Namaku Manda. Lebih lengkapnya Amarilia Bela Amanda. Sekarang aku tinggal
di Lembang,Bandung. Aku asalnya dari Solo. Papaku  seorang kontraktor dan mamaku
seorang ibu rumah tangga.  Aku nggak punya saudara kandung alias aku anak tunggal.
Aku suka banget sama anak kecil. Kenapa ? karena mereka lucu,mereka menggemaskan
dan mereka masih polos jadi gampang dikibulin. Haha. Yaaa walaupun kadang mereka
nakal,mereka jail,mereka usil tapi menurutku itu wajar. Mereka masih anak-anak belum
tau yang mana yang baik dan mana yang enggak. Semua yang dilakuin mereka masih
tanpa logika. Mereka belajar dan meniru kebiasaan orang lain yang ada di sekitar mereka.
Kadang aku nggak habis pikir sama orang tua yang tega ngebuang anaknya sendiri atau
bahkan ngebunuh anaknya sendiri. Ckckck. Nggak punya perasaan.
Alasan aku pindah ke Bandung gara-gara Papa dapet banyak  proyek besar disana.
Awalnya  papa pengen aku sama mama tetep tinggal di Solo aja tapi aku sama mama
kasihan sama papa kalau harus tinggal sendirian disana. Akhirnya,kita sekeluarga pindah
ke Bandung. Aku belum pernah ke Bandung sebelumnya. Kata orang,Bandung itu Paris
Van Java,surganya belanja. Kata orang juga di Bandung orangnya cantik-cantik cakep-
cakep. Really ? but i don’t care about it. Niatku cuma pengen nemenin Papa aja. Papa
milih perumahan kecil yang ada di daerah Lembang. Tempatnya indah dan jauh dari
keramaian kota. Ada banyak bukit dan pepohonan di sana sini. Trus di setiap halaman
depan rumah ada taman kecil yang dihiasi banyak tanaman hias. Udaranya jadi sejuk
banget. Suasana seperti inilah yang aku harapkan. Aku butuh ketenangan. Aku ingin
melupakan semua masalah yang telah menimpaku akhir-akhir ini. Aku ingin move on.
Aku ingin melupakan semua tentang DIA. Aku ingin belajar mengikhlaskan
kepergiannya. Aku tak ingin terus memikirkannya. Aku ingin menata hidupku lagi .

Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Ingin kucoba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu
Oh bintang ku

Mungkin lagu itu bisa mewakili perasaanku saat ini. Perasaan duka dan kehilangan
atas kepergian seseorang yang sangat berarti di hidupku. Dia pacar pertama sekaligus
sahabat terbaikku. Dia yang selalu mendengarku,dia yang selalu menemaniku dan dia
yang selalu menjagaku. Dia mengerti aku lebih dari sahabat-sahabatku. Dia yang selalu
mengingatkanku saat aku lalai. Dia yang memberiku semangat saat aku lemah. Dia yang
pertama membuatku jatuh cinta. Dia yang pertama membuatku merasakan rindu. Dia
yang mengajariku arti kesetiaan. Dia yang pertama kali membuatku tersenyum bahkan
hanya saat aku mengingat atau menyebut namanya. Bian. Ya itulah namanya. Nama yang
membuat hati ini miris dan membuat air mata jatuh saat mendengarnya. Sekarang aku
hanya bisa mengenang nya . Dia telah tiada. Tuhan telah mengambil hidupnya 3 bulan
yang lalu saat dia dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan aku. Aku tak punya
firasat apapun saat itu. Seperti biasa setiap sore dia selalu mengantarku  mengajar les.
Sebenarnyaku merasa tidak enak jika setiap hari dia harus mengantarku. Tapi dia selalu
memaksa, dia bilang dia tak ingin aku kenapa-napa di jalan. Padahal sebelum ada dia, aku
terbiasa berangkat-pulang les sendiri. Aku tak pernah menyangka dia pergi secepat ini.
Dan kepergiannya adalah karena aku. Seandainya dulu dia tidak mengantarku ke tempat
aku mengajar les mungkin tidak akan pernah ada kejadian naas ini. Terkadang aku merasa
benci dengan diriku sendiri. Aku tak bisa menjaga orang yang telah benar-benar
menyayangiku. Aku malah membuatnya pergi meninggalkanku,bukan untuk waktu yang
sebentar tapi untuk  selamanya. Kini aku tak bisa melihatnya senyumnya lagi,aku tak bisa
mendengar tawanya,aku tak bisa merasakan kasih sayangnya. Yang ada kini hanyalah
rasa rindu yang menyelimuti ku setiap harinya.  
Aku dan Bian sudah 2 tahun berpacaran. Kita satu sekolah dan satu kelas saat
masih SMA dulu. 3 tahun kita ada di kelas yang sama. Aku menyukainya sejak dari
pertama kali aku melihatnya. Sejak dari kelas 1 SMA. Aku berusaha mengabaikan
perasaan itu. Aku menganggapnya bukan sebagai perasaan cinta tapi hanya sebuah
kekaguman. Aku hanya tertarik melihatnya. Tidak ada perasaan yang lain. Selama ini
yang aku rasakan saat aku menyukai seseorang  hanyalah menyukainya dalam waktu
yang sesaat. Jika sudah merasa bosan,aku tak akan memikirkannya lagi.
Seiring berjalannya waktu, hingga kelas 3 SMA aku tetap satu kelas dengan Bian.
Dan rasa suka yang dulu ternyata masih tetap ada. Aku masih suka memandanginya dan
jantungku selalu berdegup lebih cepat saat aku memandangnya.Tapi aku tetap ingin
memendam perasaan ini dan tidak terlalu memikirkannya. Karena sekarang aku hanya
ingin fokus ke ujianku. Aku tak ingin perasaan yang seperti ini mengganggu konsentrasi
belajarku. Perasaan apa ini ? aneh sekali. Aku tak pernah merasakannya. Saat tak bertemu
dengannya aku merasa kangen dan saat dekat dengannya aku merasa gugup. Aku ingin
lebih dekat dengan dia. Dia yang selalu muncul di pikiranku. Dia yang selalu aku
pikirkan. Sungguh,ini sangat mengganggu. Aku ingin mengabaikan perasaan ini. Tapi
semakin kucoba melupakan,semakin sering pula dia muncul di pikiranku.  Ya tuhaan
bagaimana ini ? aku tidak bisa mengusir perasaan yang  sungguh sangat menggangguku
ini dan sekarang dia malah mendekatiku. Akhir-akhir ini dia sering sekali datang ke
mejaku untuk menanyakan materi pelajaran atau sekedar meminjam catatan. Kenapa
harus aku ?  masih banyak temen yang lain yang bisa dimintai bantuan. Bukannya aku
nggak mau bantu dia, tapi selama ini yang aku lihat dia jarang sekali bergaul dengan anak
perempuan tapi sekarang dia malah jadi dekaet sama aku. Apa dia sengaja bikin aku
ke GR an dan bikin aku jadi berharap banget kalau dia bisa suka balik sama aku ? tapi kan
dia nggak tau kalau aku suka sama dia. Eh tapi mungkin aja dia bisa nebak perasaan
orang lain dan dia tau kalau aku suka sama dia trus dia deketin aku biar aku ke GR an.
Tapi masa’ sih dia orangnya kayak gitu. Ahhh nggak tau lah. Pusing. Emang sih kita udah
hampir 3 tahun satu kelas, tapi baru kali ini aku deket sama dia. Dan itu malah bikin aku
jadi mikir ngalor ngidul nebak- nebak apa maksudnya dia deketin aku. Nggak penting
banget kan mikir kayak gitu ? Yaudah sekarang  positive thinking aja lah. Kan bentar lagi
mau ujian,jadi nggak salah juga bantuin temen yang lagi kesusahan ngadepin materi.
Ya kan ? Huuuuuuuuh nyimpulin hal sesimpel itu itu aja kok jadi rumit banget ya.
Bian minta nomer handphoneku. Aku memberinya. Dan sekarang kita sering
komunikasi lewat SMS. Dia juga pernah main  ke rumahku buat ngembaliin buku catatan.
Nggak hanya ngembaliin catatan,tapi di juga minta diajarin matematika. Oke, aku
menyanggupinya. Aku sama Bian jadi makin deket. Walaupun sekarang aku udah deket
sama dia,perasaanku ke dia tetep nggak berubah. Aku masih gugup waktu bicara sama
dia,aku suka salting kalau lagi ada di deket dia,aku suka kangen kalau pas nggak ketemu
dia. Tapi lagi-lagi aku harus membuang semua perasaan aneh itu,aku nggak boleh
berpikiran lagi kalau dia deketin aku karena dia suka sama aku. Aku hanya
menganggapnya sebagai teman. Aku ikhlas bantuin dia. Aku ingin kembali ke tujuan
awal yaitu fokus ke ujian. Aku ingin lulus dengan nilai yang bagus.
Waktu terus berjalan, tak terasa aku sudah melewati ujian. Dan hari ini adalah
pengumuman kelulusan. Aku tak sabar ingin melihat hasil kerja kerasku selama ini. Aku
berteriak kegirangan saat aku tau aku lulus. Nilai ku juga sesuai target yang aku inginkan.
Bahkan nilaiku melebihi target yang sudah aku susun sebelumnya. Thanks God.
Sore harinya aku jalan-jalan ke mall bareng temen-temen buat ngerayain kelulusan
kita. Waktu kita lagi mau makan di foodcourt tiba-tiba Bian dateng. Dia nyamperin kita.
Sumpah Bian cakep banget. Dia pake kemeja kotak-kotak merah  yang lengannya
digulung sampe siku trus pake celana jeans panjang. So coool. Waktu Bian mau ikutan
gabung, tiba-tiba temen-temen pada pamit  ke kamar mandi semua. Aneh banget, ke
kamar mandinya kok bareng-bareng. Aku pengen ikutan ke kamar mandi juga tapi nggak
dibolehin sama mereka. Alasannya Bian nanti nggak ada yang nemenin. Yaudah aku tetep
disitu nemenin Bian. Nggak kerasa kita udah ngobrol lama. Aku jadi inget temen-temen.

“ Temen-temen mana sih. Ke kamar mandi aja lama banget.” gumamku.

“ Coba ditelfon aja.” saran Bian.

Trus aku telfon mereka. Tapi nggak ada yang mau ngangkat satu pun.

“ Nggak diangkat semua.” kataku.

“ Emm... Kamu belum order makanan kan disini ?” tanya Bian.

“ Belum. Kenapa emang ?” tanyaku bingung.

“ Makan di tempat lain aja yuk.” ajak Bian.

“ Temen-temen gimana dong ?” tanyaku lagi.

“ Udah tinggal aja. Lagian tadi udah kamu telfon nggak ada yang angkat kan.” kata Bian.

“ Mereka nggak akan marah sama kamu. Kalau mereka marah aku yang tanggung
jawab. Gimana ? mau nggak ?” kata Bian menawarkan lagi.

“ Yaudah deh. Tapi beneran nggakpapa nih ? maksudnya,nggak ngrepotin?” tanyaku.

“ Engga lah. Kan yang ngajak aku.” kata Bian.

“ Yaud            ah ayo.” kataku.

Akhirnya aku jalan sama Bian. Aku tak pernah menyangka aku bisa jalan bareng
Bian, orang yang aku kagumi selama 3 tahun ini. Bian mengajakku makan di restoran
yang lumayan mewah. Buat aku sih makan dimana aja nggak masalah. Kali ini dia nraktir
aku. Selesai makan, aku kira dia akan mengantarkan ku pulang tapi ternyata dia
mengajakku ke suatu daerah dimana di situ banyak sekali hamparan sawahnya.
“ Kita mau ngapain disini ? interview petani ? observasi ? atau apa ?” tanyaku penasaran.

“ Udah,ayo ikut aja.” kata Bian sambil menggandeng tanganku.

Bian menggandeng tanganku. Ya tuhaaaan. Ini pertama kalinya aku gandengan
tangan sama cowok selain papa ku tentunya. Ternyata seperti ini rasanya
digandeng sama orang yang bener-bener kita suka. Degup jantung jadi nggak
karuan,badan jadi dingin semua dan mungkin sekarang pipiku memerah karena malu.
Aku tak ingin Bian melihat itu. Aku coba untuk mengendalikan degup jantungku.Aku
berjalan di belakang Bian.. Akhirnya kita sampai juga di sebuah gubuk.

“ Kita ngapain disini ?” tanyaku.

“ Mau nunggu matahari tenggelam.” jawab Bian.

“ Oooh. Mau liat sunset. Bilang dong.” kataku.

Ini udah jam 5 lebih jadi ngga butuh waktu lama buat nunggu matahari tenggelam.
Aku heran,ngajakin nonton kok nonton matahari tenggelam. Ngajakin nonton film
di  bioskop kek atau liat festival musik. Kan seru tuh. Tapi tetap saja,apa yang dilakukan
Bian selalu terlihat menarik untukku.

“ Kamu harus diem. Jangan bicara apapun kecuali aku nanya ke kamu.” kata Bian
tiba-tiba.

Aku hanya mengiyakannya. Maksudnya apa sih kok disuruh diem segala. Emang
kalau aku ngomong, mataharinya nggak jadi tenggelam ? nggak kan ? aku jadi heran.

“ Ssssstt.” kata Bian.

Lalu aku menurutinya untuk diam dan tak bicara sepatah kata pun. Bian  mulai bicara.

“ Di kala senja saat matahari tenggelam ini. Aku mau bikin pengakuan ke kamu.”

Bian diam sejenak. Aku jadi penasaran. Lalu dia melanjutkan ucapannya.

“ Aku jatuh cinta sama kamu. Entah sejak kapan. Aku nggak tau kenapa aku suka
sama kamu. Tapi itulah yang namanya cinta. Cinta nggak beralasan. Cinta nggak
bisa dijelaskan. Cinta selalu datang tiba-tiba”

Aku sempat tak percaya, ternyata Bian juga punya rasa yang sama ke aku selama
ini. Lalu dia melanjutkan lagi.

“ Aku belum pernah jatuh cinta. Kamu yang pertama kali bisa buat aku jatuh cinta.
Aku nggak bilang ke kamu dari awal dan baru bilang sekarang karena aku masih
nggak yakin sama perasaan aku sendiri. Tapi setelah bertahun-tahun ternyata rasa
ini Cuma ada buat . Aku udah deketin kamu,tapi kamu kayaknya nggak peka juga.
Mungkin aku deketin kamu di saat yang nggak tepat. Aku nggak tau caranya ngasih tau
kalau aku sayang sama kamu selain dengan cara ini. Emang nggak romantis,tapi cukup
bikin aku lega karena udah ngungkapin semuanya. “

Aku berharap ini bukan mimpi yang disaat aku bangun semuanya telah hilang.
Aku tak ingin semua yang aku dengar tadi hanya ilusi.saja. Aku melihat Bian yang sedari
tadi menatap hamparan sawah di depannya. Aku meraih tangan Bian lalu
menggenggamnya. Bian menatapku. Ini bukan mimpi. Ini nyata.

“ Pasti kamu nggak percaya kalau aku bilang aku juga udah suka kamu dari awal
aku ngliat kamu.” jelasku ke Bian.

Bian menatapku sejenak dan tersenyum lalu kembali melihat hamparan sawah.

“  Waktu itu aku nggak mau terlalu mikirin tentang perasaanku ke kamu. Aku  
nganggep ini Cuma rasa kagum aja. Tapi kok ternyata setelah lama kelamaan rasa itu
nggak ilang-ilang juga. Aku nggak tau apa ini cinta atau bukan. Karena aku belum pernah
kayak gini. Aku selalu seneng waktu liat kamu ketawa, aku selalu gugup waktu kamu
ngajak ngobrol aku,aku selalu pengen bantuin kamu, aku selalu kangen sama kamu
walaupun kita di sekolah ketemu. Aku rasa aku sayang sama kamu. Dan kamu juga orang
pertama yang bikin aku jatuh cinta”

Bian hanya tertawa mendengarnya. Aku jadi malu. Lalu Bian meminta maaf
karena udah bikin aku jadi bingung sama perasaanku dan bikin aku nunggu lama buat tau
perasaan Bian ke aku.  Aku seneng banget akhirnya Bian tau perasaan ku yang
sebenarnya dan aku tambah seneng lagi karena Bian juga ngrasain hal yang sama ke aku.
Really really Thanks god.
“Yaudah. Pulang yuk udah hampir gelap. ” ajak Bian sambil turun dari gubuk.

“ Ayo.” kataku sambil tersenyum.

Saat turun dari gubuk aku sempat hampir terperosok ke lumpur. Tapi untungnya Bian     
cepet narik aku.

“ Hati-hati donk sayang.” Kata Bian.

“ Ha ? Sayang ? kapan jadian ?” tanyaku heran.

“ Kalau kita sama-sama suka,berarti kita bisa jadian.” kata Bian santai.

“ Nggak bisa gitu. Kamu nya kan belum nanya ke aku, aku mau nggak jadi pacar
kamu. Belum tentu juga aku mau sama kamu.” kataku dengan mengejek.

“ Ehem..... Manda kamu mau nggak jadi pacarku ?” tanya Bian tiba-tiba.

Aku jadi bingung mau ngasih jawabnya gimana.

“ Udah pasti mau kan. Yaudah yuk pulang.” kata Bian sambil jalan ninggalin aku.

“ Nyebelin banget sih. Aku belum jawab..” Teriakku sambil mengejar Bian.

 “ Aku belum jawab pertanyaan kamu tadi. Main tinggal gitu aja. Kamu jalannya
jangan cepet-cepet.” kataku saat sudah berhasil menyusul Bian.

Lalu Bian membalikkan badan ke arahku.

“ Makanya jangan kelamaan mikirnya.” Kata Bian sambil mengacak-acak
Rambut di puncak kepalaku.

“ Huh. Kan mau ngasih jawaban yang pas. Makanya mikir dulu.” protesku.
“  Yaudah, ayo cepet dikit jalannya.” kata Bian sambil menggandeng tanganku.
Ya seperti itulah awalnya kita bisa jadian dan pacaran. Senja di kala itu menjadi
saksi pertemuan cintaku dengan Bian. Sungguh indah warna langit di kala senja,seindah
dirinya yang kini bersamaku. Dia setia banget ternyata orangnya. Walaupun kita beda
kampus tapi dia tetep setia sama aku. I’m so lucky get boy like him. Waktu Bian ada
waktu kosong,Bian pasti jemput aku di sekolah. Padahal kampusku sama kampus dia
jaraknya jauh. Tiap sore kalau aku ada jadwal ngajar les,dia juga yang anterin aku.
Awalnya aku ngajar les buat ngisi waktu yang kosong habis ujian aja trus lama-lama jadi
ketagihan. Sampai aku kuliah pun aku tetep ngajar les. Aku ngajar matematika sama
kimia. Yaaa lumayan lah buat nambah uang jajan. Tiap malam minggu Bian ngajak aku
jalan. Entah sekedar puter-puter kota Solo atau cari makan. Trus hari minggunya kadang
kita belajar bareng. Bian emang bener-bener pacar yang seru. Udah banyak keseruan yang
kita alami berdua. Mulai dari nonton film-film lucu di bioskop,hunting barang-barang
yang lucu,photobox dengan gaya yang konyol,nyobain kuliner di Solo,naik bom bom
car,naik komedi putar di pasar malem,cfd naik sepeda berdua di Jalan Slamet
Riyadi,hunting tempat- tempat yang bagus buat foto,belajar bareng di balcon rumah
sambil ngliat bintang, main kembang api sepuasnya waktu tahun baru,sampai liat
matahari tenggelam waktu senja tiba. Dan masih banyak kenangan indah yang lain.
Semua itu sekarang tak dapat ku rasakan lagi. Bian udah pergi. Aku kesepian. Aku
kangen sama dia.  “ Bian,tolong aku. Aku kesepian disini. Aku sendirian disini. Aku
kangen sama kamu. Kamu balik ke sini ya. Aku butuh kamu. Ayo kita belajar lagi di
balcon rumah sambil ngliatin bintang. Ayo kita naik komedi putar. Ayo beli nasi liwet
kesukaan kamu,aku yang bayar deh. Bian,aku kangen kamu. Aku pengen kamu disini.”.
Seperti itulah setiap malamnya aku selalu merindukan Bian. Aku selalu berbicara dengan
bayangannya. Aku sudah seperti orang gila.                              

“ Bian,maafin aku ya. Aku udah bikin kamu pergi. Oiya,kamu tau nggak,mama
kamu sekarang benci banget sama aku. Gimana nggak benci,aku yang udah bikin kamu
meninggal. Dia marah-marah ke aku. Padahal aku nggak pernah niat buat bikin kamu
pergi. Nggak Cuma mama kamu,aku juga kehilangan kamu banget. Hidupku sekarang
berantakan tanpa kamu. Oiya,Aku ngrasa beruntung banget bisa jadi sahabat sekaligus
pacar kamu. Udah 2 tahun kita pacaran dan kamu udah buat banyak kenangan indah. Apa
di luar sana ada ya orang yang kayak kamu? Kayaknya nggak ada deh. Kamu kan
manusia langka.  Aku masih inget waktu awal kita jadian. Kamu keliatan jujur banget.
keliatan tulus banget waktu ngungkapin perasaan ke aku. Aku jadi yang pertama buat
kamu,kamu juga jadi yang pertama buat aku.  sampai sekarang aku masih sering liat
matahari tenggelam lho. Soalnya itu ngingetin aku sama kamu. Ngingetin hari waktu kita
jadian. Aku juga ngrasain ada kamu di samping aku.” itulah yang selalu aku lakukan
setiap malam. Aku melihat foto Bian lalu menceritakan apa yang sedang aku rasakan
ke Bian. Semua hal aku ceritakan ke Bian hingga akhirnya aku lelah dan tertidur.  Aku
yakin Bian pasti mendengarnya dari surga.

Aku telah meninggalkan Kota Solo,kota yang di setiap sudut tempatnya
menyimpan kenangan tentang aku dan Bian. Aku berharap aku bisa jadi lebih tenang  
dengan pindah ke Bandung. Bukannya aku pengen nglupain Bian,hanya aku ingin menata
mood ku lagi. Aku ingin kembali ke kehidupan ku yang semula dimana aku tak mengenal
Bian. Aku juga yakin,di surga sana Bian pasti sedih saat tau aku belum megikhlaskan
kepergiannya. Bian akan tinggal di hatiku selamanya bahkan saat suatu saat nanti aku
sudah menemukan penggantinya. Dia dan kenangannya akan tersimpan rapi dalam
memoriku. Suatu saat aku akan membuka kembali memori itu untuk mengenang bahwa
aku pernah jadi orang yang beruntung bisa mengenal dan memiliki hatinya.          


“Bian,tenanglah kamu disana. Tetaplah jadi Pangeran senja ku. Aku sudah bisa tersenyum untukmu sekarang.”













Lirik Lagu All About That Bass _ Megan Trainor

Meghan Trainor "All About That Bass" lyrics

Because you know I'm all about that bass,
'Bout that bass 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass

Yeah it's pretty clear, I ain't no size two
But I can shake it, shake it like I'm supposed to do
'Cause I got that boom boom that all the boys chase
All the right junk in all the right places
I see the magazines working that Photoshop
We know that shit ain't real
Come on now, make it stop
If you got beauty beauty just raise 'em up
'Cause every inch of you is perfect
From the bottom to the top
Yeah, my momma she told me don't worry about your size
She says, boys they like a little more booty to hold at night
You know I won't be no stick-figure, silicone Barbie doll,
So, if that's what's you're into
Then go ahead and move along

Because you know I'm all about that bass,
'Bout that bass 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass


I'm bringing booty back
Go ahead and tell them skinny bitches Hey
No, I'm just playing I know you think you're fat,
But I'm here to tell you that,
Every inch of you is perfect from the bottom to the top
Yeah, my momma she told me don't worry about your size
She says, boys they like a little more booty to hold at night
You know I won't be no stick-figure, silicone Barbie doll,

So, if that's what's you're into
Then go ahead and move along

Because you know I'm all about that bass,
'Bout that bass 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass

Because you know I'm all about that bass,
'Bout that bass 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass

Because you know I'm all about that bass,
'Bout that bass 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass, no treble
I'm all 'bout that bass, 'bout that bass